Antara Iman, Ikhtiar dan Kecantikan Hakiki

Sumber: https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/nurhayati-subakat-sosok-perempuan-wirausaha-modern-di-balik-kesuksesan-wardah
Siapa
sangka, di balik suksesnya merek kosmetik halal ternama, Wardah, ada sosok
sederhana yang justru tak gemar memamerkan kekayaan? Nurhayati Subakat, seorang perempuan kelahiran
Padang Panjang, berhasil membuktikan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur
dari pencapaian materi, tapi juga nilai-nilai yang ia tanamkan dalam setiap
langkah hidupnya.
Nurhayati
Subakat dikenal sebagai pendiri dari Wadah Kosmetik. Ia merupakan salah satu
dari sekian banyak pengusaha wanita sukses di Indonesia. Wardah kosmetik
dikenal sebagai kosmetik muslimah. Saat ini Nuhayati Subakat merupakan CEO dari
PT Paragon Technology and Innovation, sebuah perusahaan yang mengelola merk
kosmetik Wardah, Make Over, dan perawatan rambut Putri dan IX.

Sumber: https://www.hops.id/unik/2949736413/tak-hanya-memberi-gaji-tinggi-pt-paragon-juga-beri-benefit
Ada
kisah penuh inspirasi bagaimana Nurhayati Subakat bisa membangun produk Wardah
sehingga dikenal sebagai salah satu kosmetik terlaris. Berikut Biografi
Nurhayati Subakat serta perjalanannya membangun Wardah Kosmetik. Nurhayati
Subakat, beliau lahir di kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada tanggal 27
juli 1950. Ia merupakan anak kedua dari delapan bersaudara.
Di
Padang Panjang, beliau sekolah di Pondok Pesantren Diniyyah Puteri hingga
kemudian beliau pindah ke Padang dan melanjutkan sekolahnya di Kota Padang. Sejak
kecil, Nurhayati Subakat memiliki otak yang cerdas, terbukti gadis minangkabau
ini berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) di jurusan Farmasi.
Di kampus itu juga ia bertemu dengan lelaki yang kini menjadi suaminya yaitu
Sabakat Hadi. Setelah menyelesaikan kuliah tepat waktu, ia kemudian pulang ke
kampung halamannya di Sumatera Barat dan bekerja di rumah sakit di kota Padang
sebagai seorang Apoteker.

Sumber: https://www.tribunnewswiki.com/2019/08/17/institut-teknologi-bandung-itb
Setelah
lama bekerja di rumah sakit, Nurhayati Subakti kemudian pindah ke Jakarta dan
bekerja di perusahahan kosmetik terkenal sebagai staf quality control.
Mulai Merintis Usaha Sendiri
Karirnya
diperusahaan tersebut kemudian menanjak, namun Nurhayati Subakat kemudian
memilih keluar dari perusahaan dan memilih untuk merintis usaha sendiri.

Sumber: https://www.tokopedia.com/nsbeauty06/shampoo-putri-200ml
Berbekal
pengalaman ketika bekerja di perusahaan kosmetik tersebut, ia kemudian mencoba
untuk membuat produk sampo bermerk Puteri. Usahanya produk sampo tersebut ia
jalankan di rumahnya sendiri dengan dibantu oleh satu karyawan yaitu
pembantunya sendiri. Nurhayati Subakti kemudian memperkenalkkan produknya di
salon-salon yang berada di wilayah Jakarta. Pelan tapi pasti, produknya
kemudian mulai diterima di masyarakat.
Jatuh Bangun Dalam Berusaha
Meskipun
Industri rumahan, usahanya berkembang pesat berkat kejelian melihat peluang
pasar. keuangan perusahaan kemudian terus meningkat. Beliau bahkan mendirikan
PT Pusaka Tradisi Ibu dalam memanajemen usaha shamponya. Seperti kata pepatah
‘Semakin tinggi pohon maka angin angin yang menerpa‘. Cobaan datang beberapa
tahun kemudian. Lima tahun setelah usahanya berkembang pesat, pabrik milik
Nurhayati Subakti dilalap api dan terbakar. Kejadian tersebut membuat nasib
usaha shampo milik Nurhayati Subakti berada di titik nadir. Pabrik terbakar dan
utang di bank yang belum lunas membuat beliau sempat ingin menutup usahanya. Belum
lagi ia memiliki karyawan yang harus ia bayarkan gajinya. Namun disinilah titik
balik dari Nurhayati Subakat. Ia menolak menyerah dengan keadaanya. Ia mencoba
memulai dari nol lagi. Modal usaha ia peroleh dari tabungan suaminya, dana
tersebut kemudian ia pakai untuk membayarkan gaji karyawannya dan mencoba
membangun pabriknya kembali.
Meluncurkan
Produk Merk Wardah
Pabriknya
yang baru akhirnya berdiri dan beroperasi lagi, selain itu ia kemudian mencoba
untuk melakukan inovasi baru dengan membidik konsumen muslimah yang pada
akhirnya meluncurkan produk yang kemudian dikenal dengan nama Wardah pada tahun
1995 dan juga mulai masuk di pasar tata rias. Produk kosmetik Wardah ditujukan
untuk kaum muslimah yang ingin tampil elegan tanpa perlu cemas kehalalan produk
sebab produk wardah mengedepankan prinsip halal, aman serta memiliki kualitas
yang baik sekali.

Sumber: https://ec-mall.akulaku.com/mobile/product/detail?spuId=44343388&skuId
Brand
Wardah diambil dari kata bahasa Arab yang artinya “bunga mawar” sebagai simbol
kecantikan. Dengan brand ini, Nurhayati ingin menampilkan citra perempuan yang
memiliki kharisma “kecantikan dari hati”. Definisi cantik, dalam brand ini,
tidak hanya diukur dari penampilan fisik semata. Kecantikan perempuan yang juga
sangat dipengaruhi oleh sikap dan pembawaannya yang positif dalam kehidupan dan
komitmen yang kuat tentang nilai-nilai kebajikan. Brand Wardah melekat pada
citra “perempuan Wardah” yang bukan saja cantik secara fisik, tapi juga santun
dalam perilaku, memiliki kepedulian dengan sesama, serta aktif menyebarkan
nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat sekitarnya.

Sumber: https://www.wardahbeauty.com/id/news/wardah-beauty-moves-you-sebarkan-semangat-gaya-hidup-halal-secara-global
Perempuan
yang menggunakan produk halal Wardah, dengan begitu, diharapkan selain akan
lebih cantik secara fisik, juga akan tergerak hatinya untuk berperilaku sesuai
dengan nilai-nilai kebajikan yang akan mempengaruhi citra yang elok dan anggun,
menambah kecantikan dari dalam hati, dan memiliki aura kecantikan alami.
Kosmetik
Muslimah Nomor Satu Indonesia
Kosmetik
Wardah buatan Nurhayati Subakat dengan cepat diterima oleh masyarakat khususnya
kaum musliimah. terbukti di tahun 1999 hingga 2003, penjualan produk kosmetik
Wardah melonjak drastis. Dengan cepat, Wardah berhasil menjadi salah satu
produk kosmetik pilihan muslimah Indonesia. Strategi pasar dan promosi yang
bagus disertai manajemen yang kuat membuat produk Wardah Nurhayati Subakat ini
dengan cepat mengusai pasar kosmetik nasional.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DC07xdcCtuu/
Distribusi
produknya bukan hanya nasional saja melainkan tembus ke pasar mancanegara
seperti Malaysia, dimana produk Wardah laku keras di negara tersebut. Di tahun
2011, PT Pusaka Tradisi Ibu milik Nurhayati Subakat kemudian berganti nama
menjadi PT Paragon Technology and Innovation yang menaungi ratusan item
kosmetik dengan pertumbuhan usaha sangat tinggi.
Kerja
keras Nurhayati Subakat tidak sia-sia, saat ini ia memiliki ribuan karyawan dan
puluhan cabang yang tersebar di Indonesia. Produknya kini berkembang mencakup
perawatan kulit dan juga perlengkapan make-up. Penghargaan yang pernah
diterima oleh Nurhayati Subakat adalah pernah terpilih sebagai salah satu CEO (Chief
Executive Officer) terbaik di Indonesia.
Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/1010009177/big-bos-wardah-wanita-asal-sumbar-penuh-segudang-prestasi
Sebagai
pendiri PT Paragon Technology and Innovation, kekayaannya ditaksir mencapai
USD1,5 miliar (Rp24,3 triliun). Meski begitu, Nurhayati turut aktif berdonasi,
termasuk ia sumbangkan Rp52 miliar untuk riset ITB dan Rp 40 miliar saat
pandemi COVID-19 untuk membantu tenaga kesehatan
Nurhayati
Subakat menjadi sosok kunci di balik kesuksesan perusahaan besar PT Paragon
Technology & Innovation (PTI) yang menghadirkan 3 brand kosmetik lokal
seperti Wardah, Emina, dan Make Over.
“Di
dalam Islam tidak ada kejadian tanpa seizin Allah, dengan ikhtiar Insha Allah
akan ada kemudahan dari Allah. Kuncinya adalah kolaborasi dan inovasi dengan
tetap menjalankan 5 nilai utama di dalam paragon. Yaitu Ketuhanan, kepedulian,
kerendahan hati, ketangguhan dan inovasi” Ujar Nurhayati Subakat dalam sebuah
kesempatan menyampaikan kisah sukses mengelola usahanya. Ia menambahkan,
tujuannya menjalankan perusahaan bukan hanya sekedar untuk mencari uang. Namun
bagaiamna kita bermanfaat untuk orang lain. Yang terpenting adalah kolaborasi
dan menghargai perbedaan. Dari Nurhayati Subakat kita bisa belajar bahwa dengan Iman, ikhtiar (tekun dan inovasi) maka akan dapat mendatangkan hasil yang maksimal dalam konteks "Kecantikan Hakiki".
sumber
:
https://www.biografiku.com/biografi-nurhayati-subakat
https://tidarislam.co/nurhayati-subakat-tentang-iman-karya-hingga-definisi-kecantikan-hakiki/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar