Rabu, 30 Juli 2025

BIOGRAFI

 Antara Iman, Ikhtiar dan Kecantikan Hakiki

 
Sumber: https://ukmindonesia.id/baca-deskripsi-posts/nurhayati-subakat-sosok-perempuan-wirausaha-modern-di-balik-kesuksesan-wardah

Siapa sangka, di balik suksesnya merek kosmetik halal ternama, Wardah, ada sosok sederhana yang justru tak gemar memamerkan kekayaan?  Nurhayati Subakat, seorang perempuan kelahiran Padang Panjang, berhasil membuktikan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tapi juga nilai-nilai yang ia tanamkan dalam setiap langkah hidupnya.

Nurhayati Subakat dikenal sebagai pendiri dari Wadah Kosmetik. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak pengusaha wanita sukses di Indonesia. Wardah kosmetik dikenal sebagai kosmetik muslimah. Saat ini Nuhayati Subakat merupakan CEO dari PT Paragon Technology and Innovation, sebuah perusahaan yang mengelola merk kosmetik Wardah, Make Over, dan perawatan rambut Putri dan IX.

 
Sumber: https://www.hops.id/unik/2949736413/tak-hanya-memberi-gaji-tinggi-pt-paragon-juga-beri-benefit

Ada kisah penuh inspirasi bagaimana Nurhayati Subakat bisa membangun produk Wardah sehingga dikenal sebagai salah satu kosmetik terlaris. Berikut Biografi Nurhayati Subakat serta perjalanannya membangun Wardah Kosmetik. Nurhayati Subakat, beliau lahir di kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada tanggal 27 juli 1950. Ia merupakan anak kedua dari delapan bersaudara.

Di Padang Panjang, beliau sekolah di Pondok Pesantren Diniyyah Puteri hingga kemudian beliau pindah ke Padang dan melanjutkan sekolahnya di Kota Padang. Sejak kecil, Nurhayati Subakat memiliki otak yang cerdas, terbukti gadis minangkabau ini berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) di jurusan Farmasi. Di kampus itu juga ia bertemu dengan lelaki yang kini menjadi suaminya yaitu Sabakat Hadi. Setelah menyelesaikan kuliah tepat waktu, ia kemudian pulang ke kampung halamannya di Sumatera Barat dan bekerja di rumah sakit di kota Padang sebagai seorang Apoteker.

 
Sumber: https://www.tribunnewswiki.com/2019/08/17/institut-teknologi-bandung-itb

Setelah lama bekerja di rumah sakit, Nurhayati Subakti kemudian pindah ke Jakarta dan bekerja di perusahahan kosmetik terkenal sebagai staf quality control.

Mulai Merintis Usaha Sendiri

Karirnya diperusahaan tersebut kemudian menanjak, namun Nurhayati Subakat kemudian memilih keluar dari perusahaan dan memilih untuk merintis usaha sendiri.

 
Sumber: https://www.tokopedia.com/nsbeauty06/shampoo-putri-200ml

Berbekal pengalaman ketika bekerja di perusahaan kosmetik tersebut, ia kemudian mencoba untuk membuat produk sampo bermerk Puteri. Usahanya produk sampo tersebut ia jalankan di rumahnya sendiri dengan dibantu oleh satu karyawan yaitu pembantunya sendiri. Nurhayati Subakti kemudian memperkenalkkan produknya di salon-salon yang berada di wilayah Jakarta. Pelan tapi pasti, produknya kemudian mulai diterima di masyarakat.

Jatuh Bangun Dalam Berusaha

Meskipun Industri rumahan, usahanya berkembang pesat berkat kejelian melihat peluang pasar. keuangan perusahaan kemudian terus meningkat. Beliau bahkan mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu dalam memanajemen usaha shamponya. Seperti kata pepatah ‘Semakin tinggi pohon maka angin angin yang menerpa‘. Cobaan datang beberapa tahun kemudian. Lima tahun setelah usahanya berkembang pesat, pabrik milik Nurhayati Subakti dilalap api dan terbakar. Kejadian tersebut membuat nasib usaha shampo milik Nurhayati Subakti berada di titik nadir. Pabrik terbakar dan utang di bank yang belum lunas membuat beliau sempat ingin menutup usahanya. Belum lagi ia memiliki karyawan yang harus ia bayarkan gajinya. Namun disinilah titik balik dari Nurhayati Subakat. Ia menolak menyerah dengan keadaanya. Ia mencoba memulai dari nol lagi. Modal usaha ia peroleh dari tabungan suaminya, dana tersebut kemudian ia pakai untuk membayarkan gaji karyawannya dan mencoba membangun pabriknya kembali.

Meluncurkan Produk Merk Wardah

Pabriknya yang baru akhirnya berdiri dan beroperasi lagi, selain itu ia kemudian mencoba untuk melakukan inovasi baru dengan membidik konsumen muslimah yang pada akhirnya meluncurkan produk yang kemudian dikenal dengan nama Wardah pada tahun 1995 dan juga mulai masuk di pasar tata rias. Produk kosmetik Wardah ditujukan untuk kaum muslimah yang ingin tampil elegan tanpa perlu cemas kehalalan produk sebab produk wardah mengedepankan prinsip halal, aman serta memiliki kualitas yang baik sekali.

 
Sumber: https://ec-mall.akulaku.com/mobile/product/detail?spuId=44343388&skuId

Brand Wardah diambil dari kata bahasa Arab yang artinya “bunga mawar” sebagai simbol kecantikan. Dengan brand ini, Nurhayati ingin menampilkan citra perempuan yang memiliki kharisma “kecantikan dari hati”. Definisi cantik, dalam brand ini, tidak hanya diukur dari penampilan fisik semata. Kecantikan perempuan yang juga sangat dipengaruhi oleh sikap dan pembawaannya yang positif dalam kehidupan dan komitmen yang kuat tentang nilai-nilai kebajikan. Brand Wardah melekat pada citra “perempuan Wardah” yang bukan saja cantik secara fisik, tapi juga santun dalam perilaku, memiliki kepedulian dengan sesama, serta aktif menyebarkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat sekitarnya.

 
Sumber: https://www.wardahbeauty.com/id/news/wardah-beauty-moves-you-sebarkan-semangat-gaya-hidup-halal-secara-global

Perempuan yang menggunakan produk halal Wardah, dengan begitu, diharapkan selain akan lebih cantik secara fisik, juga akan tergerak hatinya untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kebajikan yang akan mempengaruhi citra yang elok dan anggun, menambah kecantikan dari dalam hati, dan memiliki aura kecantikan alami.

Kosmetik Muslimah Nomor Satu Indonesia

Kosmetik Wardah buatan Nurhayati Subakat dengan cepat diterima oleh masyarakat khususnya kaum musliimah. terbukti di tahun 1999 hingga 2003, penjualan produk kosmetik Wardah melonjak drastis. Dengan cepat, Wardah berhasil menjadi salah satu produk kosmetik pilihan muslimah Indonesia. Strategi pasar dan promosi yang bagus disertai manajemen yang kuat membuat produk Wardah Nurhayati Subakat ini dengan cepat mengusai pasar kosmetik nasional.

 
Sumber: https://www.instagram.com/p/DC07xdcCtuu/

Distribusi produknya bukan hanya nasional saja melainkan tembus ke pasar mancanegara seperti Malaysia, dimana produk Wardah laku keras di negara tersebut. Di tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu milik Nurhayati Subakat kemudian berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation yang menaungi ratusan item kosmetik dengan pertumbuhan usaha sangat tinggi.

Kerja keras Nurhayati Subakat tidak sia-sia, saat ini ia memiliki ribuan karyawan dan puluhan cabang yang tersebar di Indonesia. Produknya kini berkembang mencakup perawatan kulit dan juga perlengkapan make-up. Penghargaan yang pernah diterima oleh Nurhayati Subakat adalah pernah terpilih sebagai salah satu CEO (Chief Executive Officer) terbaik di Indonesia.


 Sumber: https://www.harianhaluan.com/news/1010009177/big-bos-wardah-wanita-asal-sumbar-penuh-segudang-prestasi

Sebagai pendiri PT Paragon Technology and Innovation, kekayaannya ditaksir mencapai USD1,5 miliar (Rp24,3 triliun). Meski begitu, Nurhayati turut aktif berdonasi, termasuk ia sumbangkan Rp52 miliar untuk riset ITB dan Rp 40 miliar saat pandemi COVID-19 untuk membantu tenaga kesehatan

Nurhayati Subakat menjadi sosok kunci di balik kesuksesan perusahaan besar PT Paragon Technology & Innovation (PTI) yang menghadirkan 3 brand kosmetik lokal seperti Wardah, Emina, dan Make Over.

“Di dalam Islam tidak ada kejadian tanpa seizin Allah, dengan ikhtiar Insha Allah akan ada kemudahan dari Allah. Kuncinya adalah kolaborasi dan inovasi dengan tetap menjalankan 5 nilai utama di dalam paragon. Yaitu Ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati, ketangguhan dan inovasi” Ujar Nurhayati Subakat dalam sebuah kesempatan menyampaikan kisah sukses mengelola usahanya. Ia menambahkan, tujuannya menjalankan perusahaan bukan hanya sekedar untuk mencari uang. Namun bagaiamna kita bermanfaat untuk orang lain. Yang terpenting adalah kolaborasi dan menghargai perbedaan. Dari Nurhayati Subakat kita bisa belajar bahwa dengan Iman, ikhtiar (tekun dan inovasi) maka akan dapat mendatangkan hasil yang maksimal dalam konteks "Kecantikan Hakiki".

sumber :

https://www.biografiku.com/biografi-nurhayati-subakat

https://www.unisayogya.ac.id/belajar-dari-kisah-sukses-nurhayati-subakat-perempuan-dengan-spiritual-beauty/

https://tidarislam.co/nurhayati-subakat-tentang-iman-karya-hingga-definisi-kecantikan-hakiki/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar